Bahasa Cinta

Setiap insan, memiliki cinta jauh di dalam diri kita. Itulah yang membuat dunia terasa indah dan penuh tawa. Karena cinta menghiasi hati yang dilanda sepi, dan mencerahkannya dalam bahagia.

Namun sungguh kan menyesakkan dada, ketika cinta yang selalu ceriakan kita, perlahan menghilang dan tak lagi terasa. Membuat kita bertanya-tanya, ke mana ia terbang? Hingga akhirnya bimbang datang menyerang, melesakkan ribuan keraguan tentang hadir cinta, masihkah adakah cinta di hati ini? masih bisakah aku mencintainya?

Dalam titik terjauh ketiada-terasaan cinta, sering kita berpikir tuk akhiri semua. Meruntuhkan bangunan kasih yang telah lama kita bina. Menghancurkan simpul ikatan cinta yang pada fitrahnya harus ada. Sekedar karena alasan, “Aku tak lagi cinta” atau “Kami tak lagi bisa bersama”.

Duhai kawan, cinta bukan sekedar perasaan pasif yang bisa datang dan pergi tanpa kehendak kita. Cinta mampu hadir dan hangatkan kita ketika kita mengharapkannya. Cinta mampu tegar dan bertahan di bawah terpaan lekang dunia, hanya jika kita menjaganya. Karena kawan, cinta adalah kata kerja. “Aku mencintaimu” bukanlah sekedar ungkapan perasaan maya. “Aku mencintaimu” adalah pernyataan misi yang nyata. Kata “cinta” merupakan komitmen kita untuk menghargai, memberi perhatian, menerima kekurangan, mensyukuri kelebihan, dan memahami sepenuhnya.

Sering sekali, cinta pergi bukan karena ia tak lagi mampu menautkan dua manusia. Ia selalu mampu, selalu bisa, ketika dua manusia itu menginginkan hadir cinta. Tapi sering, cinta divonis telah pergi meninggalkan mereka, justru ketika cinta memberikan bagian terindah dari perjuangannya, ujian cinta. Ujian cinta adalah batas dua kehidupan, kehidupan dengan cinta di awal ujian, dan kehidupan yang lebih penuh cinta di akhir ujian. Namun sungguh, hidup yang lebih penuh cinta itu hanya akan kita temui, setelah melewati ujian cinta. Ujian cinta tidak akan menguji cinta, cinta tak perlu diuji lagi. Ujian cinta menguji sang Empunya cinta. Masih inginkan ia mencintai? Masih inginkah ia dicintai? Seberapa jauh ia rela melangkah untuk cintanya?

Karenanya, percaya akan cinta adalah keniscayaan. Namun hanya jika, cinta kita dapat kita komunikasikan dalam bahasa yang dimengerti oleh dirinya, orang yang di hatinya kita semaikan cinta kita. Karena sering, cinta yang sebenarnya ada dan bersemayam di dalam hati, disalahartikan sebagai ketiadaan, karena dua hati bicara dalam bahasa cinta yang berbeda.

Sungguh kawan, jika kita mampu bicara dalam bahasa cinta yang dimengerti olehnya, cinta di dalam hati kita takkan terbuang percuma. Karena bahasa menghubungkan segalanya di antara dua manusia, termasuk hati yang penuh cinta. Dan disebabkan oleh cinta, bahasa tak lagi jadi figuran hari, namun berubah menjadi sebuah simpul ikatan hati. Karena bahasa hari, telah berubah, menjadi bahasa cinta.

Advertisements

One response to “Bahasa Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s