Monthly Archives: November 2008

Kata Mereka Tentang Siapa Hestutomo

Berikut ini adalah cuplikan pendapat orang2 tentang diriku.. semoga bisa membantu mereka yang membutuhkan (siapa ya…..)

pujangga teknik mesin nih.. keren2… buatin puisi donk tom buat anak2 SITH sama Planologi.. (Azky Bostian, Mahasiswa Teknik Mesin ITB 2007)

Level 22 TSC yang pemikirannya identic atau kalau dalam bahasa SMA dulu disebut ‘sak frekuwensi’. jadi kalau diajak ngobrol, nyambung. kadang tanpa ngobrol pun punya tanggapan /reaksi yang sama terhadap sesuatu.tentu tomi punya kedahsyatan. seseorang yang bisa membuat kondisi rumit menjadi sederhana. dalam suatu definisi, itu di istilahkan sebagai jenius. (Danang Purwanto, Entrepreneur)

Laki- laki lemah lembut ini…orang yang paling aku sayangi dan aku cintai setelah papaku tentunya. (Siwi Aryani, Mahasiswi Pasca Sarjana UNDIP, Kakakku)

mas tomi itu……… ANEH! (Zulfa, Mahasiswi UGM)

T-O-M, hanya ada 3 kata…  Terlalu Orientasi Menikah (Nurul Hilallusoddiq, Mahasiswa Farmasi UGM)

bandel, atozzz, keras kepala (Dodik Setyo DJ, Mahasiwa Teknik Sipil UGM)


Lawan lomba MIPA SD….
Punya cita-cita ngapalke Al Quran ya?
Orang yang ekstrim.
Kasar tenan. Gelut wae.
Suka yang berbau silat-silat.
Sampai OHP pun dijatuhkannya.
Aneh… jadi tukang wae!
Di organisasi, jadi sosok yang membuat berani… organisasi jadi berani maju tempur… Siip dah. Dan organisasi bisa tetap ideal dengan pengetahuan-pengetahuannya. Sampai gawe-gawe bikin rumus POCE. Piye jal?
Ngopo ngono lho kok sering sakit…
Pas dibutuhkan enggak ada… pas nggak dibutukan ya ga ada (ora-ora!). Ada kok. He3
Katanya inshomnia juga.
Cerdas, Cepat, Idealis, tapi kadang keputusannya terlalu ekstrim. Gelut wae…
Suka film juga (Sufi).
Setiap ngobrol-ngobrol bareng ikhwan-ikhwan, pembicaraan jadi ke ‘nikah’.
(Yoga Hanggara, Mahasiswa Informatika UNY)


wawasannya luas banget…
bahkan klo km mau rajin blajar,kyake km bisa ngalahin Arung dech…
(masalahnya kmunya yang ga mau blajar.hehehe)
suka mboyo…
klo debat jdnya kontroversial bgt..
sgt radikal…
pinter bikin flash
pinter ngomong, kyake mbakat jd salesman
dan mungkin msh banyak pinter2 yg laen…
(Martyas Listyaningrum, Mahasiswi Teknik KImia UGM)

enerjik, aktif, penuh semangat, pandai berbicara dan berdebat, punya pemahaman yang “deep n wide”,emosi tinggi, caper, jujur, sopan, punya unggah – ungguh, percaya diri, rada’ ga’ teliti, sering lali, mudah sakit(tom, kesehatan itu amanah), gtu..menurutq,,aq ora ngapusi…(Andhika Yopie S.P. Mahasiswa Indonesia di Jerman)


ceking tur pinter. mudah bergaul lagi, suka mengobrol, suka diperhatiin juga. suka ngemut-ngemut jempol… hehehe ^_^

anak Internasional ini termasuk penggerak di angkatannya. 2007 sangat kompak, sayang di foto-foto KSAI nih anak jarang nongol… semoga semakin kompak dengan teman-temannya 2007.(Zainuri Hanif, Ex-Ketua Kelompok Studi dan Amaliyah Islam)


Talentanya tak pernah bisa kuperhitungkan…unpredictable”
begitulah Tomi setidaknya bagiku.
Btw ajari aku bahasa Inggris ya Tom
(Novat Pugo Sambodo, Mahasiswa Ekonomi UGM)


tomi setauku anak yang anarkis, kritis, puitis (t’bukti dari puisi yang dibuat kalo pljrnnya pak dion), dan ngeyelan.
pokoknya rada2 aneh gitu….
(Hiztien Fahrurriza Mahasiswi Kedokteran UGM)


sering banget berwajah pucat kalo di skul, kasian bgt gt d..
kalo ngomong bisa panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang bgt dg argumen aneh2, oke juga! tp kadang nyleneh..hehe ANARKIZZ..muinta ampun..santai sih tom!
tapi tomi tuh pinter lhoh.. jago pelajaran..
(Alvi Syahrina, Mahasiswi Teknik Elektro UGM)


Anarkizzzzz
Lalen
Kunci motor kerep ilang
Sembrono..
Arang mangkat ke skul
Tapi btw dia jenius koq
Aq banyak belajar darimu.
(Fajar Budi Suryawan, Juara Nasional Lomba Karya Tulis Kementrian Pemuda dan Olah Raga)

aktivis, sering sibuk2 sendiri kalo’ pas ngasih tausyiah bikin orang jadi semangat ber-amar ma’ruf (Aziz D. S. Mahasiswa)


tommy tu anaknya pinter kok
agak play boy
rada apikan
(Huni Rois Ali, Mahasiswa Teknik Elektro UGM)

bOyo aBeEzzzz!!!!!
jAyuZ gaK ktuLungAn
aNarKeeZ…..
suKanYa teNdanG sAna-siNi……..
mEngeLikaN……..
(Adyati Putri Ekasari, Mahasisiwi Indonesia DI Malaysia)


yg aneh,nyebai,wagu,jayuz abis,narciz,pemarah,galak,mutungan,suka bikin repot org (tp g mau direpotin),suka konflik(sengaja buat konflik),krg bs mgendalikan tangan(klo marah brg2 di seqtarnya bs ancur dimakan TomTom),tahu yg baik2 tp g mjalankannya(tahu klo mutung g bgs, tahu cara nge-cut nya tp g dilakukan),kyak anak kecil, blm dewas (masih blajar jd dwasa), etc… tlalu byk bila disebutkan (jadi g enak:P
TomTom yg cerdas,wawasannya luas,otaknya encer bgt (gampang wutah dong?), kemampuan verbalnya oke,gemar berpikir,suka tantangan,mau belajar soal kehidupan, kemauannya keras, keinginan utk maju dan jd lebih baik ada (hanya saja org lain terlanjur melabelmu dng label yg tak seharusnya) dan itu bikin TomTom males mengubah dirinya
(Zaki, Mahasiswi Psikologi UGM)

Ite semua kata mereka tentang aku… nano-nano ya….

Bagaimana dengan pendapat kalian tentangku?

Advertisements

Sahabat Hari Ini dan Selamanya

Dalam sedihku,

kau datang bawa canda, hadirkan bahagia…

Namun bukan karena itu aku mencintaimu

Dalam gundahku..

kau sinarkan cahaya ke dalam hatiku,

membuatku lupakan gundah dan melangkah maju

namun bukan karena itu aku mencintaimu

Dalam bahagia hatiku

kau ajarkan tentang makna syukur kepadaNya..

indah fikirmu, selalu buatku bangga..

namun bukan karena itu aku mencintaimu

Dalam hari kelam bermasa-masa.,

tiba-tiba saja kau datang akhiri semua..

hadirkan kembali kesejukan yang lama kudamba,

bersama, merenda asa bahagia..

Namun bukan karena itu aku mencintaimu..

tak peduli sebrapa lelah aku, seberapa takut hatiku, seberapa gersang jiwaku,

kau ajarkan tentang makna pengabdian padaNya..

ketika jauh kauingatkan untuk dekat.. ketika dekat kau ingatkan untuk berbagi…

Allah telah kirim seorang hamba tuk menemani diri ini, bersamanya aku banyak belajar tentang cinta

dan karenaNya aku selalu mencintainya..

Aku mencintai kalian teman….

Next on this Blog..

Next post will be.., membangun peradaban ideal di Indonesia, belajar dr Inggris, jepang, amerika serikat, dan

madinah

Di Sini Aku Kembali

Disini aku mengharap ridho-Mu

Disini aku menghiba rahmat-Mu

Disini aku tambat munajatku

Berazzam aku kembali

Tapak-tapak hidup kujalani

Fatamorgana dusta kutemui

Lupakan diri hadapkan wajahku

Hadirkan Agung-Mu dalam asaku

by: Izzatul Islam

———————————————————————————–

Begitu sering dalam hidup kita, sekilas maupun lama, dalam maupun dangkal, kita mengingkari Allah. Terkadang, kita menyadari sepenuhnya keingkaran kita, namun still go on with it nevertheless, terbutakan keinginan duniawi yang semu, namun indah menipu. Namun tak jarang, tanpa menyadari sepenuhnya bahwa kita ingkar, kita mencari justifikasi atas keingkaran yang kita lakukan, membuatnya terlihat indah, heroik, bahkan romantis di mata manusia, namun nggak lebih daripada sampah dalam pandangan Allah.

Aku pernah berada pada titik terendah dalam hidupku. titik itu bukan ketiadaan dana untuk makan malam ini, titik itu bukan keterpurukan akademis, titik itu bukan ketiadaan kekasih tuk menemani hari. Titik terendah kurasakan ketika hatiku terasa gersang. Jauh dari ketaatan, dekat dengan kemungkaran. Jarang Amal Sholeh, kerap maksiat. Mengabaikan Allah, mengikuti hawa nafsu… Astagfirullah..

Ingin rasanya, menghilangkan semua keinginan duniawi agar diri takkan pernah lupa denganNya. Namun aku yakin, semua ini cobaan dan lika-liku hidup. Jika kita memandangnya sebagai kesulitan, maka begitulah ia, jika kita menganggapnya sebagai ujian kemuliaan, kita kan tersenyum. Aku hanya tak ingin, dalam keadaan ingkar, izrail menghampiri menyapaku, menraikku keluar dari jasadku, menghadap Allah, sementara diriku masih dalam kemungkaran. Aku hanya tak ingin, menangis di hadapan Allah nanti, menyesali setiap inkar yang kututup-tutupi, setiap maksiat yang kuindah-indahkan.

Di sisa nafas jasad ini, sungguh amat indah bila dalam setiap langkah kita, mita mampu merasakan Allah hadir bersama kita begitu dekat, begitu nyata. Tidaklah kita melangkah kecuali tanpa rasa takut melainkan kepada Allah. Tidaklah kita berbuat, melainkan sekedar untuk berharap ridhoNya. Dan tidaklah kita berdiam melainkan untuk menjaga diri dari murkaNya. Ketika kita telah merasakan ketulusan amal dan manisnya iman, kita akan lupa dengan semua kenimatan dunia lain…

Allah
Kuseretkan langkahku
Hasung dosakan kulebur
Kubasuh luka kuhempas nista
Izinkan aku kembali

Allah

Takkan lagi kusurutkan langkahku
Songsong fajar baru dalam cahya-Mu
Ya Rabbi teguhkan derap jiwaku
Tiap desir nadiku sebut asma-Mu

Disini aku kembali….

Berislam Secara Relevan

Kata relevance dalam Bahasa Inggris bermakna berhugungan dan sesuai dengan apa yang sedang dibicarakan. Kalau kita bicara soal kaktus, maka semua hal yang berhubungan dengan kaktus, seperti misalnya tempat hidup, cara perawatan dan cara reproduksi kaktus adalah hal yang relevan. Sedangkan hal-hal yang tidak berhunbungan atau tidak sesuai dapat kita katakan tidak relevan.

Dalam hal beragama Islam, relvansinya adalah pihak yang paling kompeten mengenai hal tersebut. Sebagai contoh, kalau kita diberi izin oleh Allah untuk membeli sebuah sepeda motor, tentu bersama dengan motor itu sendiri, kita akan diberi sebuah buku panduan. Buku panduan itu berisi berbagai hal tentang motor yang kita beli, termasuk cara dan panduan perawatan. Dan tentu saja semua hal yang termaktub di dalam buku panduan itu adalah hal-hal yang sifatnya relevan dengan keadaan motor yang kita beli.

Pertanyaannya adalah, mengapa perusahaan penjualan dan perakitan motor menyertakan sebuah buku panduan dalam paket pembelian motor? jawabannya simpel, karena memang perusahaan manufaktur motor tersebut adalah orang yang paling paham keadaan pabrikan motor yang kita beli. Dalam hal menjalani hidup, parameter relevansinya pun haruslah pihak yang paling paham tentang hidup itu sendiri, yang tak lain dan tak bukan adalah Sang pencipta hisup itu, tentu saja Allah.

Menggunakan buku panduan perawatan mobil sebgai panduan merawat motor yang kita beli, adalah tindakan bodoh dan irrelevan. Sama halnya menggunakan standar subjektif manusia dalam memahami hidup dan menhkalibrasi nilai-nilai hidup. Paham berpusat pada subjektivitas manusia, atau yang populer dikenal dengan nama Anthroposentris adalah tindakan konyol dan irrelevan yang telah memberikan dampak instabilitas global dan regional di dunia. Perbedaan sudut pandang terhadap sebuah masalah yang sama akan menghadirkan konflik argumentasi yang hanya berputar pada sebuah lingkaran setan. Sikap menilai hidup denhgan subjektif dan irrelevan sebenarnya bukan sepenuhnya hasil pikiran manusia itu sendiri. Kalau kita menilik kembali ke dalam Al-Qur’an, diceritakan dalam Surat Al Baqarah ayat 30 bagaimana iblis menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam a.s. Alasan iblis ketika menolakadalah DIA MERASA dia lebih baik daripada Adam a.s. karena dia terbuat dari api sementara Adam a.s. terbuat dari tanah. Dan DIA MERASA bahwa api lebih baik daripada tanah. Dapat kita lihat di sini, sifat iblis yang menggunakan dirinya dan pandangan sendiri sebagai standar relevansi adalah sebuah tindakan absurd dan konyol yang telah membuatnya terusir dari surga.

Lebih lanjut, sikap manusia yang menggunakan pandangan dan intrepretasi nilai secara subjektif dalam menilai hidup, tidak lebih adalah tindakan mengkopi perilaku iblis. Dan saya rasa tidak terlalu vulgar kalau kemudian mengatakan bahwa tindakan menilai dan mengintrepretasikan hidup secara objektif adalah bentuk sikap Iblissentris. Sama bodohnya seperti bertanya pada seorang Zinedine Zidane bagaimana caranya melakukan back-hand smash tingkat dunia. Karena pihak yang ditanya, tidak paham tentak subjek yang ditanyakan, dan pada akhirnya tidak akan mampu meberikan jawaban yang relevan.

Lalau bagaimana hidup dalam relevansi?

Cara terbaik mendapatkan panduan yang relevan tentang cara mertawat motor adalah bertanya pada teknisi ahli atau membaca buku panduan. Dalam sistematika logika yang sama, cara terbaik mendapatkan panduan bagaimkana menjalani hidup adalah dengan bertanya dengan Dia, Sang Pencipta hidup, atau berpedoman pada “buku panduan” yang telah Ia siapkan untuk kita. Sungguh telah disempurnakan Islam sebagai pedoman terbaik dalam menjalani kehidupan kita. Dan sungguh tidak pernah ada ‘buku panduan’ hidup yang lebih relevan dibandingkan Al Qur’an. Mencoba menjalani hidup kita tanpa menggunakan Allah, Al-Qur’an dan Islam sebagai standar adalah tindakan absurd yang tidak lebih adalah sikap mengikuti Iblis.

Maka, hiduplah secara Islam, dan berIslamlah secara relevan!