Monthly Archives: May 2008

Alunan Sunyi Dalam Hari

Harmoni hidup penuh nada,

meliuk indah berirama…

Kadang terlagu sendu dalam duka,

kadang mengangkasa penuh suka..

Dalam iramanya ku meniti asa,

mengalun, menelisik makna,

meraba cahaya dalam gulita

menerka-nerka, tertanya apa dan mengapa..

Dalam temponya, tertatih adalah niscaya

lepas arah, terjatuh, terinjak, terpatahkan

hingga diam, bersimpuh, terteduh cinta Yang Maha Mencinta

Dan dalam kedekatan, hati tersejukkan senyum dan harapan

Bangga Untuk Indonesia

Seluruh kamar terdiam menyaksikan apa yang terjadi malam itu. Dua-kosong sudah skor untuk Tim Piala Thomas Korea. Akhirnya pertandingan ketiga dimulai. Sang Pahlawan Olimpiade, Taufik Hidayat, diharapkan mampu kembali menjadi pahlawan malam itu. Kalaupun harus gagal melaju ke final, setidaknya sedikit mengangkat nama bangsa dengan memenangi pertandingan.

Set pertama dimulai…, dan Taufik kalah. Lebih dari sekedar kalah, Taufik kalah tanpa semangat. Menanti set kedua, seisi kamar masih membisu…, Taufik masih diharapkan menjadi pahlawan… namun lagi lagi, Taufik kalah tanpa perlawanan…

Satu paku menusuk di hati…, menyakitkan….

Aku melangkah keluar dari kamar. Perasaan sedih menyertai…, kemudian, seorang teman yang baru saja mengetahui hasil pertandingan bernyanyi menirukan suara supporter yang ada di senayan untuk memberikan semangat… dia bernyanyi.., “Indonesia, payah, payah, payah..”

Dua paku menusuk di hati…, perih memilukan…

aku masih ingat kata-kata temanku ini dua hari sebelumnya…, “Aku nggak bangga jadi Orang Indonesia”

Tiga paku menusuk di hati…, berat…

kata-katanya melayang kembali ke dalam ingatanku, menambah perih luka sedih selepas kekalahan tim thomas…

Kenapa harus bangga jadi Orang Indonesia? pertanyaan ini pernah ditanyakan padaku oleh seorang teman yang lain beberapa tahun yang lalu. Waktu itu aku nggak punya jawaban. namun jika ia datang kembali saat ini untuk menanyakan pertanyaan yang sama.., pertanyaannya akan kujawab dengan pertanyaan

Kenapa harus nggak bangga jadi Orang Indonesia?

Persoalan bangga dan nggak bangga jadi orang Indonesia bukan tentang seberapa keren negeri ini, seberapa kuat militernya, seberapa stabil ekonominya, atau seberapa tangguh tim sepakbolanya…

Para pendahulu kita, 63 tahun yang lalu, pernah mengorbankan nyawa mereka untuk sebuah negeri, yang bukan hanya tidak memiliki kelebihan, namun bahkan tidak diakui keberadaannya oleh negara lain. Namun mereka tidak pernah berkata,

“Untuk apa aku berperang untuk sebuah negara yang tidak bisa kubanggakan secara ekonomi? atau secara militer? bahkan senjata pun kita mencuri!!!!

Mereka tidak pernah mengatakan ini.., karena mereka tahu, kebanggaan pada negeri ini bukan tentang semua itu…, karena kebanggan pada negeri ini adalah tentang seberapa besar keinginan kita untuk mencintai negeri ini…,

bukan tentang apa yang diberikan negeri ini buat kita, namun tentang apa yang kita berikan untuk negeri ini….

mereka tahu, bahwa kebanggan terhadap Indonesia adalah kebanggan terhadap diri mereka sendiri…, dan ketidakyakinan terhadap negeri ini adalah bentuk ketidakyakinan pada diri mereka sendiri, bentuk kepengecutan untuk mengakui bahwa kita memang masih di belakang…, dan sebuah kepengecutan untuk melangkah maju lebih baik lagi.., ketidakbanggan adalah bentuk dari semua itu…,

karena mereka tahu…., bahwa Indonesia adalah mereka…

dan kita juga harusnya tahu.., bahwa INDONESIA ADALAH KITA!!

Kesedihan Indonesia dalah kesedihan kita, kebanggannya dalah kebanggan kita, dan pandangan rendah kita terhadap Indonesia adalah pandangan rendah kita tentang diri kita…

karena sekali lagi.., INDONESIA ADALAH KITA!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

kulihat ibu pertiwi..
sedang bersusah hati….

Islam Agama Terbaik

Assalamu’alaikum

Kali ini BI (Bahrul ilmi-red) bakal bagi-bagi cerita dari Pak Nanung Danar Dono, seorang Pengajar di SMA 1 yang juga menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif LP-POM MUI. Ceritanya tentang tata cara penyembelihan kurban menurut Agama Islam.

DITOLAK

Di negara barat, metode penyembelihan secara Syari’ah Islam ditolak. Alasannya adalah penyembelihan secara Islam sangat menyiksa ternak. Dan mereka menyatakan bahwa hal ini adalah sebuah bukti bahwa orang Islam itu Kejam dan bengis.

Menurut mereka, untuk mengkonsumsi daging ternak, penyembelihan harus dilakukan secara baik, tidak dengan menyiksa ternak. Cara yang terbaik adalah dengan memingsankan ternak terlebih dahulu dengan CBP (Captive Bolt Pistol) baru kemudian disembelih. Menurut mereka, dengan cara seperti ini ternak tidak tersiksa seperti jika mereka (ternaknya) disembelih dengan cara Islam. Karena ternak tidak sadarkan diri saat disembelih.

Argumen seperti itu tentu saja sangat bisa diterima oleh akal sehat. Walhasil, beberapa dari orang Islam membenarkan argumen itu, dan otomatis menganggap syariah Islam tidak manusiawi. Waduh !, Gimana nich ?!.

TITIK TERANG

Di saat-saat kritis dan membuat Muslimin tergoncang Aqidahnya, Allah mengirimkan jawaban kepada umat manusia melalui dua orang Ahli Peternakan dari Hannover University yaitu Prof. Dr. Schulz & Dr. Hizam, rekannya.

The Show Begins

Mereka berdua melakukan penelitian untuk melukan komparasi antara 2 metode penyembelihan, Western Method, dan Islamic Method. Beberapa sapi yang sudah cukup usianya masing-masing dipasangi ECG (electrocardiograph) di jantung dan EEG (Electro-Enchepalograph) di Otak. ECG berguna untuk memantau aktifitas jantung dan EEG untuk mendeteksi rasa sakit yang dirasakan oleh sapi-sapi tersebut.

Setelah masa adaptasi terhadap pemasangan chip tersebut rampung, penelitian dilanjutkan. Setengah dari sapi-sapi tersebut disembelih dengan cara barat, yaitu dipingsankan dulu dengan ditembakmenggunakan CBP. Sedangakn sisanya disembelih dengan cara Islam. Yaitu Menggunakan pisau yang sangat tajam, dan memotong tiga saluran di leher, yaitu saluran pernafasan, makanan, dan pembuluh darah.

Allahu AKBAR !!!

Pada penyembelihan secara Islam, 3 detik pertama setelah sapi disembelih EEG tidak menunjukkan kenaikan grafik. Subhanallah!! Pada 3 detik setelahnya, sapi malah mengalampi deep sleep (tidur nyenyak) hingga benar-benar kehilangan kesadaran. Lalu 6 detik setelahnya ECG menunjukkan aktifitas luar biasa dari jantung yang berusaha memompa semua darah keluar dari dalam tubuh. Ini merupakan sebuah kerja refeleks koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang. Dalam Islam, tulang pada bagian leher (tulang belakang) tidak boleh diputus sebelum sapi benar-benar mati. Dan ternyata terbukti dengan tidak diputusnya tulang belakang, jantung menerima impuls dari tulang belakang untuk melakukan gerak refleks memompa darah keluar. Sehingga saat sapi dalam keadaan benar-benar mati, dagingnya terbebas secara maksimal dari darah. Dan daging yang darahnya sudah terpompa keluar merupakan daging yang sehat untuk dikonsumsi dan awet. Dan kematiannya pun tanpa sakit sama sekali ALLAHU AKBAR !!

Tapi kan sapi saat disembelih kejang-kejang…., Berarti sakit dong..! Ternyata, pisau yang memotong leher, sama sekali tidak menyentuh syaraf yang mampu menimbulkan rasa sakit. Kejang-kejang yang terjadi pada sapi saat disembelih hanyalah gerak refleks yang terjadi saat semua darah terpompa keluar. Jadi memang g ada rasa sakit!

WESTERN METHOD

Pada penyembelihan ala barat, sapi dipingsankan dulu dengan ditembak menggunakan CBP pada bagian kepala. Ternyata, EEG menunjukkan bahwa proses penembakan untuk memingsankan ini menyebabakan rasa sakit yang luar biasa pada sapi. ECG juga menunjukkan bahwa rasa sakit yang luar biasa ini menyebabkan turunnya aktifitas jantung sehingga saat dibunuh darah yang keluar hanya sedikit, dan dagingnya menjadi daging yang tidak sehat untuk dikonsumsi.

Penyakit Sapi Gila yang pernah menjadi isu yang cukup panas untuk dibicarakan di Indonesia merupakan sebuah penyakit di otak sapi. Penyakit ini bisa mematikan ke manusia bila manusia mengkonsumsi jaringan otak sapi yang bersangkutan ( Sapi Gila)

Dan tidak beresiko apabila daging yang dikonsumsi tidak mengandung jaringan otak sapi tersebut. Ternyata, penyembelihan dengan didahului penembakan dengan CBP menyebabkan rusaknya selaput otak. Rusaknya selaput otak menyebabkan jaringan otak sapi menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Sehingga daging ini bila dimakan beresiko terhadap kesehatan insan yang memakannya

Penyembelihan secara Islami, menunjukkan bahwa sangat-sangat kecil resiko tertular penyakit sapi gila dengan memakan daging sapi yang disembelih secara Islami. Sehingga jelaslah bahwa penyembelihan secara Islami-lah yang paling baik buat kita-kita. Metode ini berasal dari Allah, dan Allah tahu yang terbaik buat kita.

“Mungkin engkau membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan engkau menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangan manusia tidak” (AL Baqarah 216)

Jadi, Allah tahu, kita tidak tahu, makanya, jangan sok tahu.

Gimana ? Udah jelas Khan klo Islam memberikan yang terbaik. Kalo ada yang merasa bahwa ada bagian dari Islam yang kurang baik, maka itu hanyalah karena kurang faham. Cobalah bertanya pada orang yang lebih pinter, Insya Allah ada jalan. (Hrk)

Mawar Yang Mana?

Wahai Mawar…
Memetikmu adalah impianku
Hingga akhirnya aku tahu
engkau tidak tumbuh di tamanku

Wahai Mawar…
Merahmu kan warnai suramnya hatiku
Harummu kan mengisi hampa di hatiku
Tapi, kini aku terhalang durimu

Bilakah hai Mawar…
Resahku kan halal tuk tersampaikan
Malamku Kan Indah tuk tertemani
Kata sayangku, kan lepas tuk sejukkanmu

Hingga saat itu,..
Di luar taman aku kan menunggu
Biarkan engkau rengkuh izzahmu
Suci, dalam naungan Yang Maha Mencintai

Kutunggu Saat itu….

Pretty Woman

Ketika pertama kulihat ia di bawah kerudung putihnya
ku terpaku pada kelam yang tak pernah ada
Ku terlarut dalam penolakan yang kuciptakan
Tanpa pernah mencoba menerawang di balik awan

Kemudian, perlahan ku menemukan setitik cahaya
ku melihat indah permata  dalam tutur katanya
ku mengintip kilau emas dalam diamnya
dan ku menyejuk embun dalam penampilannya

aku rindu akan hidung mancung yang tak pernah ia punya
aku harap pada sepasang bibir tipis yang tak pernah menempel di wajahnya
tapi setitik teduhnya yang meresap kalbu, sudah cukup tuk hilangkan semua rindu
dan datangkan padaku dalam langkahku, bahagia yang masuk tanpa berlalu